Archive for October, 2009

ZIKIR LISAN

Didalam  hati orang yang beriman sudah tidak ada lagi  ” kata-kata”, termasuk  ucapan ” Allah” .

Yang  bersemayam  itu  memang  Allah . Bukan ucapan  yang bersemayam. Kalau  hanya  ucapan , itu  sama  dengan  hafalan. Selama  hanya mengisi  hati dengan  hafalan,  maka  kita  masih  syirik .  Lha ,kalau  mengisi  hati dengan  hafalan itu  disebut  syirik  alias  masih  menyekutukan  Tuhan,  lalu  buat  apa  kita berzikir  menyebut  asma-Nya.?

Nah…., disini  kita  harus  menyadari  tahapan yang harus  kita  lakukan   dalam  melakukan  perjalanan ke alam  akhirat.  Mula-mula  kita  lakukan  zikir dengan  peng ucapan  asma  Tuhan , misalnya  Allah.Pengucapan  itu  sendiri  baru  sebagai  alat atau pelatihan  . Yaitu , pelatihan  untuk  mengosongkan  hati dan  pikiran dari  selain  ucapan  atau kata ” Allah”. Karena  mulut  digerakkan untuk  mengucapkan kata  ” Allah” maka  pikiran  kita  berhenti .Yang terngiang  dalam  hati  adalah  ucapan “Allah” . Tentu  saja  pelatihan  tidak  berhenti  sampai  disitu. Kalau  hanya  “stop”  . berhenti pada  pengucapan , maka  yang  lahir  adalah  rutinitas   atau  perbuatan  mekanikal. Bukan  relasi  atau  hubungan  antara  hamba  dan   Tuhan.  Bahkan  ” ucapan”   itu  sendiri  akhirnya  yang  menjadi  kepercayaan. Artinya, yang  terjadi  adalah   keyakinan bahwa  dengan mengucapkan  kata  tertentu  sekian kali akan memiliki khasiat  penolak  ini dan  itu, bisa  ini  dan  itu. Ini  namanya  magis. Bukan  zikir. Magis  dan  zikir  adalah  dua  hal  yang  berbeda  , magis  itu  sesuatu  yang  mempunyai  kekuatan  gaib. Sedangkan  zikir  merupakan  sarana  untuk  enlightened pencerahan .  Orang  yang  tercerahkan  merupakan  orang  yang  menjadi sumber  kebahagiaan  dan  kegembiraan  bagi  yang  lain. Bukan  hanya  bagi  orang  lain , tapi  bagi  semua  mahluk  hidup.Orang  mengalami  pencerahan  itu bagaikan   bunga  yang  mekar .Ia  menarik  bagi  semua aja  yang  melihatnya , tidak  terkecuali  kumbang  dan  kupu-kupu saja. Ia menarik  bagi siapa  aja  yang melihatnya. Itulah  pencerahan. Dan  pencerahan  dalam bahasa Al-Quran adalah rahmatil al -”alamin” , rahmat  bagi  semesta  alam.Nah  , sejauh  mana  kita  bisa  bermanfaat  bagi  yang  lain, itulah  kualitas  pencerahan  kita.  Pelaku  magis  bukan  manusia  tercerahkan. Magis atau  kekuatan  gaib  yang  dimiliki  seseorang  sedikit  manfaatnya bagi  orang  lain  .  Malah  sering  kali, jasa  magis  digunakan untuk  memperdaya   atau  mencelakakan orang.Memang  , dijaman  sekarang  banyak  magis  ditampilkan   sebagai  hiburan  atau  “showbiz”  dikotakota  besar  dan  media  televisi.

Postingan  berkutnya  adalah  Zikir   Kalbu , nantikan .

Comments (1) »

Memberdayakan Diri untuk online kepada-Nya (no.1)

Jumat ,2009 Oktober 09

Materi yang ada didunia eskternal itu secara intrinsik tidak memuat kebahagiaan .
Materi itu netral. Yang materi tidak bisa menyentuh yang bukan materi.Alam akhirat ,alam batiniyah, yang non- materi itu harus tune dengan yang non-materi juga. Makanya , kalau kita lagi susah , segera pejamkan mata dan buang segala ingatan tentang dunia lahir.Apa yang  terjadi ?
Segera kesusahan itu pergi kalau lagi marah , tariklah napas dalam dalam ,maka kemarahan itu segera reda.
Orang yang marah bisa diredakan dengan berwudu. Mengapa? Karena ketika ia yang lagi marah itu mengambil air wudu, ia melepaskan diri dari penyebab marah itu. Dus bernapas dalam-dalam,
memejamkan mata , wudu ,dan lain sebagainya itu hanyalah “alat” atau “device”. Itu semua bukan tujuan ! Yang menjadi tujuan adalah Tuhan. Hati yang bersih.
Nah, bagaimana jika semua jenis alat tadi malah menjadi tujuan? Ya….ini Wail . Neraka Wail . Siapa yang bakal masuk Neraka Wail.? Yaitu orang yang mengerjakan solat tapi yang lalai terhadap tujuan solat. Mengapa celaka kalau melalaikan tujuan solat? Karena , hatinya tidak bersih . Didalam hatinya banyak penghuni. Tentu, penghuni itu selain Allah. Semua memori tentang materi itu tersimpan dihati. Semua pengakuan terhadap idielogi, pandangan, kepercayaan, dan klaim tentang kebenaran turut meramaikan hati. Jangan lupa “kata Allah”pun Materi itu netral. Yang materi tidak bisa menyentuh yang bukan materi.Alam akhirat ,alam batiniyah, yang non- materi itu harus tune dengan yang non-materi juga. Makanya , kalau kita lagi susah , segera pejamkan mata dan buang segala ingatan tentang dunia lahir.Apa yang terjadi ?Segera kesusahan itu pergi kalau lagi marah , tariklah napas dalam dalam ,maka kemarahan itu segera reda.

Orang yang marah bisa diredakan dengan berwudu. Mengapa? Karena ketika ia yang lagi marah itu mengambil air wudu, ia melepaskan diri dari penyebab marah itu. Dus bernapas dalam-dalam
, memejamkan mata , wudu ,dan lain sebagainya itu hanyalah “alat” aaatau “device”. Itu semua bukan tujuan ! Yang menjadi tujuan adalah Tuhan. Hati yang bersih.
Nah, bagaimana jika semua jenis alat tadi malah menjadi tujuan? Ya….ini Wail . Neraka Wail . Siapa yang bakal masuk Neraka Wail.? Yaitu orang yang mengerjakan solat tapi yang lalai terhadap tujuan solat. Mengapa celaka kalau melalaikan tujuan solat? Karena , hatinya tidak bersih . Didalam hatinya banyak penghuni. Tentu, penghuni itu selain Allah. Semua memori tentang materi itu tersimpan dihati. Semua pengakuan terhadap idielogi, pandangan, kepercayaan, dan klaim tentang kebenaran turut meramaikan hati. Jangan lupa “kata Allah”pun
turut berdansa didalamnya.
Coba bayangkan, apa ya Allah bisa bersemayam disinggasana- Nya jika singgasana itu sudah dipenuhi keributan. Dalam hadis disebutkan bahwa bumi dan langit tidak bisa menjangkau-Nya, tapi hati seorang hamba yang beriman dapat merengkuh-Nya. Ingat
Segera kesusahan itu pergi kalau lagi marah , tariklah napas dalam dalam ,maka kemarahan itu segera reda.

Orang yang marah bisa diredakan dengan berwudu. Mengapa? Karena ketika ia yang lagi marah itu mengambil air wudu, ia melepaskan diri dari penyebab marah itu. Dus bernapas dalam-dalam
, memejamkan mata , wudu ,dan lain sebagainya itu hanyalah alat atau “device”. Itu semua bukan tujuan ! Yang menjadi tujuan adalah Tuhan. Hati yang bersih.
Nah, bagaimana jika semua jenis alat tadi malah menjadi tujuan? Ya….ini Wail . Neraka Wail . Siapa yang bakal masuk Neraka Wail.? Yaitu orang yang mengerjakan solat tapi yang lalai terhadap tujuan solat. Mengapa celaka kalau melalaikan tujuan solat? Karena , hatinya tidak bersih . Didalam hatinya banyak penghuni. Tentu, penghuni itu selain Allah. Semua memori tentang materi itu tersimpan dihati. Semua pengakuan terhadap idielogi, pandangan, kepercayaan, dan klaim tentang kebenaran turut meramaikan hati. Jangan lupa “kata Allah”pun
turut berdansa didalamnya.
Coba bayangkan, apa ya Allah bisa bersemayam disinggasana- Nya jika singgasana itu sudah dipenuhi keributan. Dalam hadis disebutkan bahwa bumi dan langit tidak bisa menjangkau-Nya, tapi hati seorang hamba yang beriman dapat merengkuh-Nya. Ingat hati orang yang beriman itu sudah “aman” dari kotoran.Hati orang yang beriman itu sudah”amin”, dapat dipercaya. Hati orang yang beriman itu menerima amanat , menerima kepercayaan atau tanggung jawab.
Diposkan oleh mariasunarto.com di 02:59

Comments (3) »

Formula Bisnis

Animate-js50rep

Comments (4) »

Kisahku dikala gempa bumi kembali melanda…

Kisahku dikala gempa bumi kembali melanda…

2009/10/05 pada 9:24 pm (Informasi Ringan)
Tags: ,

Quantcast

Assalamu’alaikum…

Salam jumpa kembali sahabatku semuanya…!!

Pertama sekali aku mau menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam kepada para korban bencana Gempa Bumi dahsyat yang kembali melanda ‘Ranah Minang‘. Semoga para korban yang meninggal dunia diterima disisi Allah SWT dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.. dan tidak lupa untuk mendoakan kesembuhan bagi korban yang luka akibat bencana gempa bumi tersebut..

Sahabat…

Sepeti yang telah kita ketahui bersama, bahwa pada tanggal 30 September 2009 telah terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 SR yang berpusat sekitar 57KM sebelah barat Pariaman yang bekedalaman 71 KM dibawah permukaan laut.

Gempa dahsyat yang belangsung selama kuang lebih 1 Menit tesebut telah memporak porandakan kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam dan daerah lainnya di Sumatera Barat, yang berakibat kerugian yang sangat besar. Korban jiwa yang tehitung hingga saat ini telah menembus lebih dari 650 Orang, serta dipekirakan yang masih hilang sekitar 350 orang lagi. belum lagi korban luka-luka parah yang kebanyakan patah tulang.

Kedahsyatan gempa tersebut benar-benar menimbulkan tauma mendalam bagi semua masyarakat Sumatera Barat, termasuk aku. Karena pada saat gempa belangsung, aku berada di kota padang dan menyaksikan sendiri kehancuran yang terjadi tepat di depan mata..!!

Sahabat, inilah kisah pahit yang kualami dikala gempa bumi 7,6 SR yang mengguncang kota Padang dansekitarnya..

Berawal pada pukul 15.00 WIB, saat itu aku masih berada di kosan yang teletak di jalan Anduring dan hendak berangkat ke kampus yang terletak di jalan Perintis Kemedekaan untuk mengikuti kuliah pada pukul 16.00 WIB. pada saat itu, aku merasakan suatu yan aneh, aku merasa begitu malas untuk berangkat ke kampus, dan sempat membuat status di Facebook yang mengatakan keenggananku untuk berangkat ke kampus.

Namun, karena paksaan dari salah seorang sahabat, akhirnya aku berangkat juga ke kampus. Sesampainya di kampus, aku langsung mengikuti pekuliahan sepeti biasanya. hingga pada pukul 17.16 WIB, getaran gempa itu terasa.

Sekitar 2 atau 3 detik, getaran terasa belum begitu kuat, aku dan semua mahasiswa seta dosen yang berada di dalam lokal pun berhamburan keluar, namun beberapa detik kemudian, ketikat aku mencapai pintu keluar, getaran berlanjut dengan dahsyatnya sehingga menghempaskanku ke dinding.. Semakin keras yang menyebabkan aku dan beberapa orang lainnya kembali terhempas dan tidak bisa berdiri..


Belum lagi reda getaran gempa tersebut, aku segera berlari menuju area parkir untuk mengambil sepeda motor, dengan niat melarikan diri menuju daerah yang tinggi untuk menghindari kemungkinan tsunami. dan apa yang kulihat di parkiran sungguh membuatku semakin kalut, semua orang beteriak, menangis begitu ketakutan. Beberapa bangunan di sekitar kampus telihat ada yang hancur dan Sepeda motor yang diparkir di area parkir, semuanya roboh. Tanpa pikir panjang lagi, aku segera menarik sepeda motor dan menyalakannya, sesaat kemudian aku membawanya keluar kampus menuju jalan raya.

Sesampainya di jalan raya, aku mencoba menghubungi adik kandungku yang juga berada di kota padang, tepatnya di kawasan Kampus UNP yang sangat dekat dengan bibir pantai. Namun, jaringan komunikasi telah terputus sehingga aku sama sekali tidak bisa menghubunginya.

Belum habis rasa panik yang melanda, di seberang jalan, aku melihat kobaran api yang cukup besar di salah satu dapur sebuah rumah. Teriakan histeris ibu yang punya rumah yang meminta tolong  seakan tidak tedengar lagi, karena terhimpit dengan kegalauan suara tangisan, teriakan dan alarm mobil.

Pikiranku pun semakin tak menentu, bimbang memikirkan keselamatan nasib sang adik tercinta. Namun, disaat itu aku yakin bahwa seandainya dia selamat dari reruntuhan, dia pasti akan menyusulku menuju rumah kosku yang terletak jauh dari bibir pantai.

Dengan terus berdoa dan berdzikir, aku memacu sepeda motorku menuju kost, namun apa daya, kemacetan sontak terjadi di jalanan yang kulalui. beberapa puluh meter dari kampus aku sampai di depan Rumah Sakit Dr.M. Djamil, dan terlihat dengan jelas beberapa gedung yang runtuh.

Sekitar 20 menit berselang terjebak di kemacetan, gempa menggoyang dan kembali kepanikan melanda semua warga.. kesemrawutan dan kekacauan tak tehindarkan lagi…!!

Selanjutnya, aku sampai jalan Sawahan, dimana pemandangan mengerikan terlihat begitu nyata. Ruko-ruko dan gedung-gedung betingkat roboh dan hancur berantakan.. di pinggir jalan, aku melihat beberapa korban yang terluka dengan darah menyelimuti wajah serta badan mereka… Allahuakbar… Allahuakbar…!! sungguh pemandangan yang sangat memiriskan hati…!!

Begitu mengerikan dan sangat menakutkan.. melihat aura kepanikan, ketakutan, teriakan dan tangisan serta pekikan minta tolong dan kesakitan dari para korban.. jujur, aku sendiri tak kuasa untuk berbuat apa-apa.. yang kulakukan saat itu adalah terus berlari dengan pikiran penuh rasa cemas.

Sekitar 45 menit, akhirnya aku sampai di rumah kos. aku mulai sedikit lega, karena adik sepupuku yang satu kos denganku selamat beserta beberapa sahabat yang lainnya..

Sesaat kemudian, aku mencoba kembali menghubungi adikku melalui ponsel, namun tetap tidak menyambung, begitu juga dengan kedua orang tuaku di Bukittiggi. Akhirnya, aku pasrah, dan berharap serta berdoa akan keselamatan adikku dan orang tuaku.

Setelah sholat magrib, aku beserta adik sepupu dan sahabat-sahabat lainnya, segera membuat tenda pengungsian sementara di depan teras kos. dan mencari segala keperluan seperti bahan makanan instan, minuman instan dan lilin sebagai penerangan karena lampu mati.

Sekitar pukul 21.30. perasaan haru memenuhi relung hatiku, karena adik kandungku datang dengan terengah-engah berlarian menuju kos ku bersama dengan enam orang sahabatnya.. Alhamdulillah.. adikku selamat, walau mengalami lecet sedikit di kaki.

Akhirnya, pada malam itu kami semua berkumpul di teras kos dengan masih dihantui perasaan kalut karena gempa.

Untuk mengetahui informasi gempa, aku pun menyalakan TV dan Radio melalui Handphone, dan akupun mendapatkan informasi bahwa gempa berpusat 57 KM barat daya Pariaman dengan kekuatan 7,6 SR, dan tidak berpotensi tsunami.

Sekitar pukul 02.00 dini hari, aku bersama salah seorang sahabat, mencoba melihat keadaan di sekitar kota padang, dan dimana-mana aku melihat mobil Ambulance lalu lalang membawa korban, baik itu yang luka parah, ataupun yang sudah meninggal dunia.. hanya satu kalimat yang terlontar di bibirku Innalilahi wa inna illaihi Rajiuun..!!

Yaaah.. begitulah sahabat, pengalaman pahit yang benar-benar kualami dikala bencana gempa bumi dahsyat yang melanda Sumatera barat.. semoga kita semua bisa mengambil hikmah yang terkandung dibalik semua ini. dan semoga kita bisa sabar, tabah dan ikhlas akan semua kehendak dari Allah SWT…!!

Berikut aku akan menampilkan beberapa Foto kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh Gempa bumi di padang.

Rumah Arif BudiawanRumah salah seorang sahabatku yang bernama Arif Budiawan, yang awalnya bangunan ini berbentuk Ruko tiga lantai, sekarang rata dengan tanah

Hotel AmbacangKondisi Hotel Ambacang sesudah gempa bumi, terlihat dari bagian depan.

01102009057Salah satu rumah warga yang juga hancur akibat gempa

Plasa AndalasKondisi Plasa Andalas setelah dilanda kebakaran akibat gempa bumi.

Sahabat-sahabat yang kusayangi, aku berharap bantuan berbentuk apapun juga untuk meringankan beban dan penderitaan para korban gempa bumi.. Dan mari kita berdoa semoga Arwah para korban yang meninggal dunia diterima disisi Allah SWT serta korban yang masih hidup diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian dari Allah ini… Amiin..!!

Wassalam

Comments (3) »