Wayang Kulit Di Akui Dunia Sejak Tahun 2003
Anak-anak muda sekarang apa masih mampu nonton pagelaran wayang semalam suntuk apalagi ambil lakon “Anoman Maneges ” ,Justru saat-saat ilmu orang-orang tua dituturkan dalang atau dibeberkan menjelang fajar.
Saat anak-anak muda sudah tertidur pulas.
Padahal makin menjelang pagi makin asyik , sang dalang menjawab pertanyaan Anoman ,mbeber kawruh rahasia. Coba mas Surya yang bercerita lakon yang lain asyik pasti.
UNESCO pada tanggal 7 November 2003 telah MENETAPKAN bahwa WAYANG KULIT adalah warisan budaya Indonesia.
Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika mengungkapkan, sejak 7 November 2003 lalu Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) telah mengakui wayang sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.
cerita wayang
KUMBO KARNO GUGUR
Ini adalah lakon pakem ramayana yang sangat populer dan sangat digemari para pecinta wayang kulit,sekitar tahun 80-an ki Anom suroto menggelar lakon Kumbokarno Gugur dan langsung mendapat respon baik dari masyarakat.
Bahkan penjualan kaset waktu itu sangat laris dan saya salah satunya punya rekaman kaset itu tapi bapak yang beli hehehe…….
Langsung saja pada cerita Kumbokarno Gugur…….
Perseteruan Antara Prabu Dosomuko Dengan Prabu Romo Wijoyo Yang mengakibatkan Banyak Korban Yang Gugur Di medan Laga Membuat Prabu Dosomuko Makin Geram.
Karena Hanya melawan pasukan kera yang lebih kecil pasukan dosomuko yang rata rata raksasa yang sangat sakti ternyata tidak bisa memenangkan pertempuran.
Sepeninggalnya Patih Prahasto Dosomuko Akan maju sendiri ke medan laga,akan tetapi atas permintaan Putra Alengka Agar Dosomuko Jangan sampai Maju sendiri menghadapi Pasukan Prabu Romo Wijoyo.
Maka dengan ijin prabu dosomuko 4 putra alengka (Trisirah ..Trinetro…,Trikoyo.., Dewantoko) maju perang menghadapi para Kera pasukan prabu romo wijoyo,
Ke empat putra alengka ahirnya maju perang dengan restu prabu dosomuko,namun pada ahirnya ke empat putra alengka gugur melawan pasukan prabu romo wijoyo.
Makin Geram Prabu dosomuko kehilangan ke empat putranya dan berkeinginan maju melawan pasukan prabu romo namun atas bujukan patih ( Pulontani ) agar prabu dosomuko menyuruh adiknya (KUMBO KARNO) untuk melawan pasukan kera,Dan Indrajitlah yang disuruh membangunkan Raden KUMBOKARNO yang lagi tapa tidur di gunung Goh Karno,
Setelah Dibangunkan KUMBOKARNO datang ke Alengka atas panggilan kakaknya Prabu Dosomuko.
Sesampainya di alengka KUMBOKARNO disuruh perang melawan pasukan Prabu Romo Setelah dikasih Makan,Namun Kumbokarno Menolak Sehingga Dosomuko Marah Dan mengusirnya.
Namun sepulangnya KUMBOKARNO Putranya datang ke alengka untuk menyusul Bapaknya.n
Karena kelicikan Dosomuko Putra kembar KUMBOKARNO Maju perang dan Ahirnya Gugur Yang mengakibatkan KUMBOKARNO Maju perang melawan musuh,namun dalam perangnya KUMBOKARNO tidak melawan prabu Romo Wijoyo namu melawan para musuh yang telah menjajah negaranya,dalam perjalanan Raden Gunawan Wibisono yang telah menjadi sodara Prabu Romo mendatangi dan menanyaka
maksut kakaknya yang maju ke medan laga,setelah KUMBOKARNO menjelaskan maksutnya ahirnya Raden Gunawan Melaporkan kepada Prabu Romo Dan Menyuruh ADiknya Raden Lesmana Agar Melawan KUMBOKARNO.
Dengana Kesaktian yang maha dasyat Panah Raden Lesmana Ahirnya Bisa membunuh Raden KUMBOKARNO ,Dan Gugur menjadi kusuma bangsa…………
Demikian kisah kumbokarno gugur mohon maaf bila salah dalam penulisan kisah KUMBOKARNO gugur tidak sesuai dengan cerita aslinya
Related posts:
- Reog Ponorogo dan Warok – Budaya Asli Indonesia
alkatro said,
December 8, 2009 @ 2:30 pm
ada wayang Hanuman sang putra Dewi Anjani jg.. mantaap.. budaya bangsa adalah tanggung jawab kita semua untuk melestarikannya. nice post
maria said,
December 8, 2009 @ 2:50 pm
postingan belum selesai komentar sudah masuk , saking geram menyaksikan
saat indahnya pagelaran wayang ya ,sobat alkatro terima kasih anda telah mampir dan kapan-kapan urun tampilkan cerita lain lo, ditunggu.
Khery Sudeska said,
December 8, 2009 @ 3:27 pm
Kalo saya paham bahasa Jawa, saya yakin, saya sangat suka wayang ini, Mbak. Saya suka baca kilasan cerita2 wayang di buku-buku…
maria said,
December 8, 2009 @ 3:35 pm
saya yakin pribadi anda , yang sangat menghargai hal-hal yang bermakna luhur ,pasti sangat menghormati kekayaan budaya nenek moyang bangsa (dari tulisan2 anda ), terima kasih anda telah mampir.
surya said,
December 24, 2009 @ 2:39 am
wei disini malah rame tapi sayang mbak kata ( Coba mas Surya yang bercerita lakon yang lain asyik pasti. ) Kayaknya perlu diralay surya bukan syrya…makasih ya
maria said,
December 24, 2009 @ 4:10 am
mas sudah saya cek gak ada yang salah kok, supaya rame buat postingan lakon2 yang lain , dan gambar di blog mas sering di ganti, itu saran saya.ok
elyas ngeblog said,
January 3, 2010 @ 10:24 am
terimakasih kawan atas posting nya
budaya ini budaya kita..lanjutkan lestarikan
maria said,
January 3, 2010 @ 10:53 am
terima kasih suportnya,lestarikan bersama. mampir lagi ya kapan2
Warna Tulisan said,
March 12, 2010 @ 11:33 pm
sudah menjadi keharusan bagi kita untuk melestarikan kebudayaan asli Indonesia. Nice posting.
maria said,
March 13, 2010 @ 1:15 am
terima kasih, saya senang sekali kalau masih ada saudaraku , yang masih cinta akan budaya sendiri , yang justru sangat dikagumi oleh bangsa2 lain