<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bunga Langka Menuai Makna Hidup &#187; Budaya</title>
	<atom:link href="http://mariasunarto.com/category/budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mariasunarto.com</link>
	<description>Bunga Langka Menuai Makna Hidup</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 23:57:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Penulis Prancis Kritik Sudut Pandang Seniman Indonesia</title>
		<link>http://mariasunarto.com/penulis-prancis-kritik-sudut-pandang-seniman-indonesia.html</link>
		<comments>http://mariasunarto.com/penulis-prancis-kritik-sudut-pandang-seniman-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 04:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariasunarto.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Saturday, 23 January 2010 21:57 Nasional Di Eropa, seni komtemporer menghadirkan seni rupa lokal dalam konteks kekinian.Tapi, yang terjadi di Indonesia justru mengkonstruksi diri dengan ikon kapitalis, ujar seniman Prancis Hidayatullah.com&#8211;Penulis asal Prancis, Jean Couteau mengkritik sudut pandang seniman Indonesia yang melihat dunia dari Kacamata Barat. &#8220;Seni rupa kontemporer khas China dan India begitu diapresiasi. [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div>Saturday, 23 January 2010 21:57		 		 		 							 						Nasional</div>
</div>
</div>
<div>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p>Di Eropa, seni komtemporer menghadirkan seni rupa lokal dalam konteks kekinian.Tapi, yang terjadi di Indonesia justru mengkonstruksi diri  dengan ikon kapitalis, ujar seniman Prancis</p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong>Hidayatullah.com&#8211;</strong></em>Penulis asal Prancis, Jean  Couteau mengkritik sudut pandang seniman Indonesia yang melihat dunia  dari Kacamata Barat. &#8220;Seni rupa kontemporer khas China dan India begitu  diapresiasi. Identitas lokal tumbuh di lahan global, namun apa yang  terjadi di Indonesia justru sebaliknya,&#8221; katanya di Surabaya, Sabtu.</p>
<p>Ia  mengungkapkan hal itu saat berbicara dalam simposium internasional  tentang budaya urban bertajuk &#8220;The 2nd International Symposium, Urban  Studies: Arts, Culture, and History&#8221; yang digelar Fakultas Ilmu Budaya  (FIB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.</p>
<p>Dalam simposium  yang juga menampilkan peneliti Jawa, Romo Koentoro Wirjomartono, dan  periset pustaka dari Belanda, Freek Colombijn (Vrije University), ia  mengatakan prediksi McLuhan tentang &#8220;<em>Global Village&#8221; </em>atau <em>&#8220;World  City&#8221; </em>tidak berlaku untuk budaya.</p>
<p>&#8220;Budaya itu tidak mudah  menjadi global. Faktanya, apa yang terjadi di Eropa dan di Indonesia  justru terbalik,&#8221; ucapnya menegaskan.</p>
<p>Di Eropa, seni komtemporer  menghadirkan seni rupa lokal dalam konteks kekinian, seperti seni rupa  kontemporer khas China dan India.</p>
<p>&#8220;Tapi, apa yang terjadi di  Indonesia justru sebaliknya, karena 80-90 persen seni rupa di Indonesia  mengkonstruksi diri dengan ikon-ikon dunia modern kapitalis,&#8221; paparnya.</p>
<p>Penulis  Prancis yang lebih fasih berbahasa Indonesia dibandingkan dengan Bahasa  Inggris itu menilai, seniman seni rupa di Indonesia hanya bisa melihat  dunia dari kacamata barat.</p>
<p>&#8220;Kalau pun ada ikon lokal yang  digunakan hanyalah sebagai pelengkap, sampingan dari objek global yang  diutamakan. Anda, sebagai bangsa Indonesia, akan kehilangan ikon-ikon  lokal, karena dilahap kapitalisme jika tak mau mengganti kacamata itu,&#8221;  tuturnya.</p>
<p>Senada dengan itu, periset pustaka dari Belanda, Freek  Colombijn, mengaku prihatin dengan ruang atau tempat publik dan  ikon-ikon publik setempat di Indonesia yang tak mengindahkan  simbol-simbol.</p>
<p>&#8220;Di Indonesia, bendera yang dibawa pejuang juga  dibuat dari beton. Di AS, Singapura, bendera itu bendera biasa yang  diganti jika kusam. Ia akan selalu hidup, karena ada sesuatu yang hidup  dan berganti, sehingga simbol lokal itu tidak kaku, namun berfungsi  sebagai pengingat sejarah,&#8221; katanya.</p>
<p>Pandangan pakar dari Prancis  dan Belanda itu dibenarkan Koentoro Wirjomartono yang tampil dengan  mengajak para pakar sajen dan karawitan FIB Unair untuk mengiringi  dirinya saat memberikan materi.</p>
<p>&#8220;Lupa itu sumbernya. Kita sering  amnesia bahwa kearifan lokal atau jati diri ini yang harus dijaga. Bukan  pasar yang harus dijaga untuk menyokong seni, budaya dan sejarah,&#8221;  ujarnya menjelaskan. [ant/<a href="http://www.hidayatullah.com">www.hidayatullah.com</a>]</p>
</div>
<p><!-- BEGIN: JAZIN --> <!-- END: JAZIN --></p>
<div id="ade-banner1"><!--banner kecil2 --></div>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariasunarto.com/penulis-prancis-kritik-sudut-pandang-seniman-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BUDAYA ASLI  INDONESIA</title>
		<link>http://mariasunarto.com/budaya-asli-indonesia.html</link>
		<comments>http://mariasunarto.com/budaya-asli-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 14:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mariasunarto.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[Wayang Kulit Di Akui Dunia  Sejak Tahun  2003 Anak-anak muda sekarang  apa  masih mampu  nonton pagelaran wayang  semalam  suntuk apalagi  ambil  lakon  &#8220;Anoman  Maneges &#8221; ,Justru saat-saat  ilmu  orang-orang tua  dituturkan  dalang  atau  dibeberkan  menjelang  fajar. Saat anak-anak  muda  sudah  tertidur  pulas. Padahal  makin  menjelang  pagi  makin  asyik , sang dalang  menjawab pertanyaan  Anoman ,mbeber  [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://mariasunarto.com/reog-ponorogo-dan-warok-budaya-asli-indonesia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Reog Ponorogo  dan  Warok &#8211; Budaya Asli Indonesia'>Reog Ponorogo  dan  Warok &#8211; Budaya Asli Indonesia</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wayang Kulit Di Akui Dunia  Sejak Tahun  2003<a href="http://surya-a.blogspot.com/2009/11/wayang-kulit-di-akui-dunia_29.html"><br />
</a>Anak-anak muda sekarang  apa  masih mampu  nonton pagelaran wayang  semalam  suntuk apalagi  ambil  lakon  &#8220;Anoman  Maneges &#8221; ,Justru saat-saat  ilmu  orang-orang tua  dituturkan  dalang  atau  dibeberkan  menjelang  fajar.</p>
<div style="clear: both; text-align: center;"><a style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" href="http://3.bp.blogspot.com/_xn-nL3ptXuQ/SxLoYDVOXMI/AAAAAAAAAUM/EKpdhee2k9A/s1600/campur.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_xn-nL3ptXuQ/SxLoYDVOXMI/AAAAAAAAAUM/EKpdhee2k9A/s320/campur.jpg" border="0" alt="" /></a><span style="color: #000000;">Saat anak-anak  muda  sudah  tertidur  pulas.</span></div>
<div style="clear: both; text-align: left;"><span style="color: #000000;">Padahal  makin  menjelang  pagi  makin  asyik , sang dalang  menjawab pertanyaan  Anoman ,mbeber  kawruh  rahasia. Coba  mas   <a href="http://syrya-a.blogspot.com/">Surya</a> yang  bercerita  lakon  yang  lain   asyik  pasti.</span></div>
<div style="text-align: left;"><span style="color: #000000;">UNESCO pada tanggal 7 November 2003 telah MENETAPKAN bahwa WAYANG KULIT adalah warisan budaya Indonesia.</span></div>
<div style="text-align: left;"><span style="color: #000000;">Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika mengungkapkan, sejak 7 November 2003 lalu Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) telah mengakui wayang sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.</span></div>
<div style="color: white; text-align: left;">
<div id="Image2">
<div style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><img id="Image2_img" src="http://3.bp.blogspot.com/_xn-nL3ptXuQ/SvXNy8d8srI/AAAAAAAAALw/L6IAYm6YeG8/S177/anoman1.jpg" alt="" width="146" height="177" /></span></div>
<div style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Hanoman</span></div>
<div style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><br />
</span></div>
<div style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><br />
</span></div>
</div>
<div id="Profile1">
<div style="text-align: center;"><img id="Image5_img" src="http://4.bp.blogspot.com/_xn-nL3ptXuQ/Sv0M1xb9wFI/AAAAAAAAAQY/2Cwu5x-BhDk/S235/arjuno.jpg" alt="Janoko" width="114" height="114" /></div>
<div style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" style="border: 0pt none;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xn-nL3ptXuQ/SxgXxgywNsI/AAAAAAAAAXU/e9_tOFsBhU0/s320/semar.jpg" border="0" alt="" width="93" height="94" /></p>
<p><span style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"> </span></div>
</div>
<p><span style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"> </span><span style="color: #000000;"> </span></div>
<h3 style="text-align: center;">cerita wayang</h3>
<div style="clear: both; color: white; text-align: center;"><a style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" href="http://4.bp.blogspot.com/_xn-nL3ptXuQ/Sx5_3i2NyrI/AAAAAAAAAXc/Yf8sbjGoHQE/s1600-h/kumbokarno.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_xn-nL3ptXuQ/Sx5_3i2NyrI/AAAAAAAAAXc/Yf8sbjGoHQE/s640/kumbokarno.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div><span style="color: #000000;">KUMBO KARNO GUGUR</span></div>
<div><span style="color: #000000;">Ini adalah lakon pakem ramayana yang sangat populer dan sangat digemari para pecinta wayang kulit,sekitar tahun 80-an ki Anom suroto menggelar lakon Kumbokarno Gugur dan langsung mendapat respon baik dari masyarakat.</span></div>
<div><span style="color: #000000;">Bahkan penjualan kaset waktu itu sangat laris dan saya salah satunya punya rekaman kaset itu tapi bapak yang beli hehehe&#8230;&#8230;.</span></div>
<p><span style="color: #000000;"> </span></p>
<div><span style="color: #000000;">Langsung saja pada cerita Kumbokarno Gugur&#8230;&#8230;.</span></div>
<div><span style="color: #000000;">Perseteruan Antara Prabu Dosomuko Dengan Prabu Romo Wijoyo Yang mengakibatkan Banyak Korban Yang Gugur Di medan Laga Membuat Prabu Dosomuko Makin Geram.</span></div>
<div><span style="color: #000000;">Karena Hanya melawan pasukan kera yang lebih kecil pasukan dosomuko yang rata rata raksasa yang sangat sakti ternyata tidak bisa memenangkan pertempuran.</span></div>
<div style="color: white;"><span style="color: #000000;">Sepeninggalnya Patih Prahasto Dosomuko Akan maju sendiri ke m</span><span style="color: #000000;">edan laga,akan tetapi atas permintaan Putra Alengka Agar Dosomuko Jangan sampai Maju sendiri menghadapi Pasukan Prabu Romo Wijoyo.</span></div>
<div style="color: white;"><span style="color: #000000;">Maka dengan ijin prabu dosomuko 4 putra alengka (Trisirah<span style="color: #000000;"> </span></span><span style="color: #000000;">..Trinetro&#8230;,Trikoyo.., Dewantoko) maju perang menghadapi para Kera pasukan prabu romo wijoyo,</span></div>
<div><span style="color: #000000;">Ke empat putra alengka ahirnya maju perang dengan restu prabu dosomuko,namun pada ahirnya ke empat putra alengka gugur melawan pasukan prabu romo wijoyo.</span></div>
<div><span style="color: #000000;">Makin Geram Prabu dosomuko kehilangan ke empat putranya dan berkeinginan maju melawan pasukan prabu romo namun atas bujukan patih ( Pulontani ) agar prabu dosomuko menyuruh adiknya (KUMBO KARNO) untuk melawan pasukan kera,Dan Indrajitlah yang disuruh membangunkan Raden KUMBOKARNO yang lagi tapa tidur di gunung Goh Karno,</span></div>
<div><span style="color: #000000;">Setelah Dibangunkan KUMBOKARNO datang ke Alengka atas panggilan kakaknya Prabu Dosomuko.</span></div>
<div><span style="color: #000000;">Sesampainya di alengka KUMBOKARNO disuruh perang melawan pasukan Prabu Romo Setelah dikasih Makan,Namun Kumbokarno Menolak Sehingga Dosomuko Marah Dan mengusirnya.</span></div>
<div style="color: white;"><span style="color: #000000;">Namun sepulangnya KUMBOKARNO Putranya datang ke alengka untuk menyusul Bapaknya.</span>n</p>
<div><span style="color: #000000;"> </span></div>
<div style="color: white;"><span style="color: #000000;">Karena kelicikan Dosomuko Putra kembar KUMBOKARNO Maju perang dan Ahirnya Gugur Yang mengakibatkan KUMBOKARNO Maju perang melawan musuh,namun dalam perangnya KUMBOKARNO tidak melawan prabu Romo Wijoyo namu melawan para musuh yang telah menjajah negaranya,dalam perjalanan Raden Gunawan Wibisono yang telah menjadi sodara Prabu Romo mendatangi dan menanyaka</span></div>
<p><span style="color: #000000;"> maksut kakaknya yang maju ke medan laga,setelah KUMBOKARNO menjelaskan maksutnya ahirnya Raden Gunawan Melaporkan kepada Prabu Romo Dan Menyuruh ADiknya Raden Lesmana Agar Melawan KUMBOKARNO.</span></div>
<div><span style="color: #000000;">Dengana Kesaktian yang maha dasyat Panah Raden Lesmana Ahirnya Bisa membunuh Raden KUMBOKARNO ,Dan Gugur menjadi kusuma bangsa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</span></div>
<div style="color: white;"><span style="color: #000000;">Demikian kisah kumbokarno gugur mohon maaf  bila salah dalam penulisan kisah KUMBOKARNO gugur tidak ses</span><span style="color: #000000;">uai dengan cerita aslinya</span></div>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://mariasunarto.com/reog-ponorogo-dan-warok-budaya-asli-indonesia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Reog Ponorogo  dan  Warok &#8211; Budaya Asli Indonesia'>Reog Ponorogo  dan  Warok &#8211; Budaya Asli Indonesia</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mariasunarto.com/budaya-asli-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
