July 14, 2010
· Filed under K u l i n e r
Pemalang Post dot com

ANDA yang pernah ke Pemalang pasti tahu masakan yang satu ini, grombyang. Ya, grombyang adalah makanan khas Pemalang yang paling terkenal. Dan grombyang Pemalang menjadi semakin istimewa karena tidak dapat ditemukan di manapun kecuali di Pemalang.
Bukan itu saja keistimewaan grombyang Pemalang. Konon, grombyang bakal terasa lebih nikmat jika dimasak oleh orang Pemalang sendiri. Biarpun mengetahui resep rahasia Haji Warso yang grombyangnya terkenal paling enak sekalipun, kalau bukan orang Pemalang yang memasak rasanya akan lain. Benar atau tidak? Kenapa tidak dibuktikan sendiri karena Pemalang Post menghadirkan resepnya untuk Anda di sini. Selamat mencoba.
Bahan-bahan:
- 500 gr daging sandung lamur
- 400 gr iga sapi
- 2500 ml air
- 2 lembar daun salam
- 4 sendok teh garam
- 4 sendok teh gula merah sisir
- 1 batang daun bawang diiris halus
- 4 sendok makan minyak untuk menumis
- 2 batang serai diambil putihnya (dimemarkan)
- 4 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan
Bumbu halus:
- 7 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 0,5 sendok teh merica
- 2 buah keluwek diseduh
- 1,5 sendok teh ketumbar
- 50 gr kelapa parut disangrai
- 1 cm jahe dan 2 cm kunyit dibakar
Bahan sambal cabai rawit:
- 2 siung bawang putih
- dan 1/8 sendok teh garam
- 15 buah cabai rawit merah
Cara Membuat:
- Rebus daging, iga sapi, air, serai, dan daun salam sampai empuk. Angkat. Ukur 2000 ml air kaldunya. Potong-potong daging dan iga sapi. Didihkan lagi.
- Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Tuang rebusan daging. Masukkan garam dan gula merah. Masak sampai matang. Tambahkan daun bawang. Aduk rata.
- Sambal cabai rawit: rebus cabai rawit merah dan bawang putih sampai layu. Angkat dan tiriskan. Tambahkan garam. Haluskan.
- Sajikan dengan cabai sambal cabai rawit dan taburan bawang merah goreng.
*Resep ini untuk 6 porsi.
(eda)
Sumber: Tabloid Saji
Foto Ilustrasi: detikForum.com
June 25, 2010
· Filed under K u l i n e r
Cobalah aneka lauk seraba kukus berikut ini. Selain sehat, membuatnya pun sangat mudah.
TIM JAMUR SAYURAN
Bahan:
3 sdm minyak sayur
200 gr sayuran beku
50 gr teri basah
100 gr jamur kancing, potong 4 bagian
2 bh cabai merah, iris bulat tipis
2 bh cabai hijau, iris bulat tipis
2 siung bawang putih, cincang kasar
1 btg daun bawang, iris 1 cm
3 btr telur
50 ml air
½ sdt garam
½ sdt lada
2 sdm kecap manis
Cara Membuat:
1. Panaskan minyak goreng dalam wajan, tumis bawang putih hingga harum, masukkan teri basah, aduk hingga berubah warna. Masukkan, jamur kancing, cabai merah, cabai hijau, daun bawang, dan sayuran beku, masak hingga semua bahan matang. Angkat wajan dari api
2. Kocok telur bersama air, masukkan garam, lada, dan kecap manis, aduk rata. Tuang ke dalam tumisan, aduk rata.
3. Tuang adonan ke dalam pinggan yang sudah diolesi margarin.
4. Panaskan dandang, kukus tim sayuran selama 25 menit hingga matang. Angkat, sajikan.
Untuk 6 orang
< Dokumen Klub Nova >
May 27, 2010
· Filed under K u l i n e r
Ismoyo
14/05/2010 06:11 | Kuliner
Banyuwangi: Makanan khas soto rujak mungkin sudah populer di Kota Banyuwangi, Jawa Timur. Namun, mungkin Anda baru mengenal makanan yang disebut soto rujak cingur yang dipopulerkan di Surabaya, Jatim. Berbeda dengan soto rujak Banyuwangi, soto rujak cingur khas Surabaya ini sebagian besar berbahan dasar cingur sapi atau daging yang berada di bagian mulut sapi.
Untuk membuat menu masakan yang satu ini diawali dengan membuat sotonya terlebih dahulu dengan racikan sejumlah rempah-rempah. Sembari menunggu soto cingur matang, siapkan mangkok berisi irisan tahu dan tauge. Tidak lupa pula campurkan adonan petis, sehingga rasanya menjadi khas.
Bagi para penikmat soto rujak cingur, ada rasa khas dari masakan ini. Tentu mereka yang sudah mencoba dijamin pasti ketagihan karena rasanya memang menggoyang lidah. Seperti juga lontong balap dan rujak cingur, sudah saatnya menu kuliner baru ini lebih dimasyarakatkan sehingga mampu memberikan nilai tambah wisata kuliner di Surabaya.(ADO)
May 11, 2010
· Filed under K u l i n e r, Makanan
Senin, 11/05/2010 16:01
Bubur yang terdiri dari campuran sumsum, mutiara, ketan hitam, jenang grendul ini memang punya penggemar tersendiri. Tambahan santan membuat sensasi manis-manis gurih yang lezat. Kalau kangen menikmatinya yuk mampir ke Pasar Atom, Surabaya.
January 12, 2010
· Filed under K u l i n e r, Kuliner
Daun Singkong Tumis Rebon
Bahan :
- 2 ikat (370 gram) daun singkong. direbus, diperas, diirs -
- 15 gram rebon, disangrai -
- 2 butir bawang merah, diirs halus -
- 2 buah cabai merah besar, dibuang biji, diiris serong -
- 2 buah cabai hijau besar, dibuang biji, diiris serong -
- 1 lembar daun salam -
- 1 buah tomat merah, dipotong-potong -
- 1/2 sdt garam -
- 1/4 sdt gula pasir -
- 200 ml air -
- 2 sdm minyak untuk menumis -
Bumbu halus :
- 1/2 sdt terasi, dibakar -
- 3 siung bawang putih -
- 4 butir bawang merah -
- 1/4 sdt merica -
Cara membuat :
1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, bawang merah, cabai merah besar, cabai hijau besar dan daun salam sampai harum.
2. Masukkan tomat. Aduk sampai layu. Tambahkan daun singkong. Aduk rata. Tambahkan rebon, garam dan gula pasir. Aduk rata.
3. Tuang air. Masak sampai matang dan meresap.
Untuk 6 porsi
December 14, 2009
· Filed under K u l i n e r

Bahan-Bahan:
20 biji kuning telur, disejukkan
5 biji putih telur
230 gm gula halus
160 gm tepung pulut
1 camca teh serbuk penaik
350 gm mentega 2 sudu besar madu
2 sudu besar susu pekat
1 camca teh esen pandan
1 camca teh esen limau
1 camca teh esen pisang
Cara:
Pukul mentega bersama susu dan madu hingga putih.
Pukul telur bersama gula hingga naik. Masukkan tepung dicampur serbuk penaik. Pukul lagi hingga pekat.
Masukkan adunan mentega. Gaul rata.
Bahagikan adunan kepada tiga bahagian. Satu campurkan esen pandan, esen limau dan juga esen pisang.
Bakar adunan berselang-seling hingga habis.
Sumber: Majalah Jelita
September 28, 2009
· Filed under K u l i n e r
Bahan : 1 kg ketan hitam dibikin tape 1/2 kg gula aren/Jawa Santan dari 1 butir kelapa ukuran besar Cara Pengolahan : 1. Rebus santan bersama gula aren/Jawa hingga mendidih dan berminyak, dalam bahasa Jawa disebut moto ulo. 2. Setelah rebusan bersifat moto ulo maka tape ketan bersama badeg nya (badeg adalah air hasil fermentasi tape) dimasukkan dan diaduk-aduk hingga bersifat kalis atau bisa dipilin. Air badeg ikut dimasukkan supaya menghasilkan aroma Madu Mongso yang khas. 3. Setelah adonan bisa dipilin, angkat dan dinginkan. Setelah dingin baru dibungkusi dengan kertas minyak atau plastik bercorak agar menarik.