Archive for religious view

Ajaibnya Sebuah Mimpiku

Mimpi  yang  ajaib  itu  ,membuatku  bahagia . Pada  satu  kunjungan kerumah  seorang  teman ,  aku  diberitahu ,  kalau aku  telah  diliat  dalam  mimpinya  ,bahwa  aku  ada  dalam  daftar  orang -orang   yang  arif , dan  sambil  terus  asyik  meneliti  daftar  itu, barangkali  ada  juga  namanya, ternyata  katanya  gak ada  namanya. Sejak  memimpikan  aku  itu seperti  itu,  temenku  itu  selalu  monitor  aku , ngapain aja  kegiatanku  dalam  beribadah , dan  lain-lainnya.

Pada  waktu  aku  pulang kampung , aku  pengin  ikut  mengaji  kitab-kitab   yang  lama ,yang  selalu  diadakan  diantara  saudaraku ,selalu  malam  waktunya . memang  aku  selalu gak  mampu  mendengarkan , selalu  pusing  dan  berat  rasanya, padahal  setiap  pulang  sebetulnya  salah  satu  tujuanku  adalah  ikut  ngaji. Mereka  bilang  nanti  kalau  sudah  waktunya  Tuhan  akan  memberi  tanda. Aku  masih  belum  bisa  menerima  maksud kata-kata  mertua adikku , salah  satu  yang  ikut  mengaji malam . Beberapa  tahun  kemudian , tiba-tiba  aku  bermimpi , menemukan  sebuah  kursi  emas   ditumpukan  sampah  dibelakang  rumah dekat sebuah  langgar ,surau dikampungku.

Kakek haji  itu  datang  berkunjung  kerumah , malamnya  aku  dibaiat . Saya  pikir,  kalau  habis  dibaiat  itu ,langsung  diajari  ilmu  yang  tertutup maknanya . Ternyata  tidak  ,aku  dibiarkan aja,  nanti  juga  akan  ‘online’  sendiri , katanya itu  masih  yahu.

Kapan nanti  akan  diantar  ke  guru  yang  mursyit , yang  akan  menunjukkan  sesuatu  kenyataan  kebenaran yang hanya  boleh  didiskusikan  diantara  murid-murid   yang  satu  guru.Dan  siapapun  jangan  membuka  kepada orang lain , kalau  guru  yang  mursyit  itu  masih  ada , yang  berhak  adalah  guru .Jadi  kalau  sedamg  diskusi  diantara  kami , kemudian  masuklah  seseorang  yang belum  termasuk  dibaiat ,  maka  kami  langsung  akan  mengalihkan  pembicaraan  .

Ternyata  arti  mimpiku  menemukan  sebuah  kursi  emas ,  itu  adalah  suatu  kedudukan  untuk  ikut  mengambil  hak  mendapatkan  ilmu  makrifat  -  memang  seperti  komputer  akan  online  sendiri.  Semuanya  atas  kehendakNya  kita  gak  bisa  apa-apa , Dialah  yang  berkuasa  akan  segala  sesuatu  otomatis aja ,  dan  kita  tak  boleh  segalanya   merasa  bisa  sendiri. Semuanya  atas  kehendakNya. Maha  suci  dan  Maha  luas  Engkau  ya  Khalik  dan  sangat  indah , enak   mengisi  sendiri  bahkan  diampun  otomatisnya   jalan .  Bagai  didunia  maya  ini  ,Allohuakbar , ada  pingback.  ada  link  , ada  alexa   ada  page rank  segala  , wah  alhamdulilah. Maha  Suci  Engkau  dan  Maha  Agung . Lebih  indah  dari  harta  dan  kenikmatan  dunia  ,gak  dijual  ditoko , dan aku  memilikinya.

Comments (2) »

Dua Cara Jitu Bahagia Di Dunia dan Selamat Di Akhirat

Tuesday, 02 March 2010 16:06 Sekalipun dia seorang penjahat, dia tidak ingin anak keturunannya mewarisi perbuatannya. Itulah fitrah manusia, yang sesungguhnya senang kepada kebaikan

Oleh: Sholih Hasyim

TAHUN 2005, di bulan Ramadhan, alkisah, ada seorang pencuri kerudung di sebuah swalayan di kota Surabaya. Sang pencuri akhirnya tertangkap Satpam dan digebuki massa beramai-ramai.  Namun betapa mengagetkan, tatkala dalam penjelasannya, ia mengatakan,  terpaksa melakukan karena ingin melihat dua putrinya bahagian di saat Hari Raya Idul Fitri. Ia mengaku tak ingin menanggung malu jika pulang tanpa membelikan baju baru di bulan Suci itu.
***
Apapun profesi dan status sosial seseorang, mereka semua merindukan kehidupan yang berbahagia di dunia ini dan berlanjut pada kehidupan nanti. Kehidupan dengan keadaan dan sistem waktu lain yang pasti terjadi.

Sekalipun dia seorang penjahat, dia tidak ingin anak keturunannya mewarisi perbuatannya. Itu berarti fitrah manusia, senang kepada kebaikan yang dikenali hati (al-Ma’ruf) dan benci kepada kejahatan yang diingkari hati (al-Munkar). Ia berharap bahagia di dunia dan selamat di akhirat. Karena dipaksa oleh keadaan tertentu, ia berbuat jahat. Itupun demi kebahagiaan orang-orang terdekatnya. Sekalipun ia merasa ada gugatan batin (nafsu lawwamah) atas perbuatannya.

Ada sebagian orang yang berpandangan, manusia hidup dunia ini akan berbahagia manakala semua kebutuhan jasmani dan rohaninya terpenuhi. Mulailah orang mendaftar kebutuhan-kebutuhan lahir dan batin tersebut. Kebutuhan jasmani : makan dan minum dengan kenyang, pakaian yang cukup, hidup enak, tidur nyenyak, tempat tinggal yang layak, kebutuhan seksual dan kesehatan. Kebutuhan rohani : kasih sayang, rasa aman, harga diri, kebebasan, keberhasilan, rasa ingin tahu terpuaskan.

Doa sapu jagat (memuat cakupan yang luas) yang sering menjadi doa banyak orang adalah mendambakan sukses di dunia dan akhirat.

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al-Baqarah (2) : 201).

Doa diatas menghimpun segala kebaikan/kenikmatan dunia dan menjauhkan segala kerumitannya. Karena kebaikan itu mencakup segala permintaan di dunia, seperti kesehatan, rumah yang luas, kendaraan, istri shalihah, rezeki, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, perjalanan yang mudah, pujian dan reputasi yang baik.

Sedangkan kebaikan di akhirat, lebih tinggi dari itu. Misalnya, masuk surga beserta implikasinya berupa keselamatan dari ketakutan yang sangat hebat dan kemudahan hisab. Adapun keselamatan dari neraka menuntut kelancaran dari berbagai sarananya ketika di dunia ini, seperti menjauhi berbagai perkara yang diharamkan, dosa, perkara syahwat dan syubhat dan haram.

Al-Qasim Abu Abdurrahman berkata, Barangsiapa yang dianugerahi hati yang selalu bersyukur (qalban syakiran), lisan yang senantiasa menyebut nama Allah SWT (lisanan dzakiran) , dan diri yang sabar (nafsan shabiran), berarti ia diberi kebaikan dunia dan akhirat serta dipelihara dari neraka. Oleh karena itu, terdapat sunnah yang mendorong pengamalan doa diatas.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas, Sesungguhnya Rasulullah saw menengok seorang muslim yang telah menjadi seperti anak burung karena kemahnya. Rasulullah saw berkata kepadanya, “Apakah kamu memohon sesuatu kepada Allah atau meminta sesuatu kepada-Nya ? Orang itu menjawab, Ya, Aku berdoa, Ya Allah, perkara yang akan Engkau siksakan kepadaku di akhirat itu timpakanlah kepadaku di dunia. Maka Rasulullah saw bersabda, Mahasuci Allah. Engkau tak kuat menerimanya. Mengapa kamu tidak berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka ?. Anas berkata, Kemudian dia mengucapkannya, dan Allah menyembuhkannya.” (HR. Muslim).

Demikian pentingnya kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat, dalam posisi bagaimanapun, status sosial apapun, seseorang dalam kehidupannya berusaha semaksimal mungkin, pantang menyerah dan tidak kenal lelah menciptakan kondisi yang mendukung terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Persoalannya, pernahkah manusia dalam kehidupannya merasakan keadaan  yang bisa memenuhi kebutuhannya secara utuh, terus-menerus dan permanen ?. Jawabannya : jelas tidak mungkin. Kondisi di dunia ini fluktuatif dan dinamis, selalu berubah-ubah. Peristiwa demi peristiwa datang silih berganti. Kehidupan ini selalu dipergilirkan dan dipergulirkan oleh yang memberi karunia kehidupan. Kata orang, dunia ini selalu berputar bagaikan roda pedati.

Seseorang yang menghendaki sukses yang membahagiakan, dan bisa mempertahankannya, bukan menciptakan kondisi eksternal di luar dirinya, tetapi yang terpenting adalah menciptakan kondisi rohaninya yang membuatnya selalu sukses dan bahagia dalam kondisi yang bagaimanapun. Ternyata, kebahagiaan itu bukan berbentuk barang yang dicari di tempat tertentu. Tetapi, ketentraman itu bersumber dari internal dirinya. Dengan meyakini dan mengamalkan ajaran Islam, dapat menciptakan rohani yang diperlukan agar memiliki spirit yang sama dalam menghadapi pasang surut kehidupan. Diantaranya Istighfar (memohon kepada Allah SWT agar semakin hari ditutupi kelemahan dan kekurangan dirinya) dan Taubat (kembali kepada jalan-Nya).

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling (tidak beristighfar dan bertaubat), maka sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” (QS. Hud (11) : 3).

Istighfar

Cara lain mencari selama adalah istighfar. Istighfar artinya memohon kepada Allah SWT agar kelemahan dan sisi gelap serta bau tidak sedap kita ditutupi oleh-Nya. Anjuran memperbanyak beristighfar sesungguhnya mengajarkan kepada kita agar setiap saat terjadi peningkatan kualitas diri kita. Baik dari sisi mental spiritual, material dan ilmu pengetahuan. Istighfar tidak sekedar diucapkan di mulut, tetapi terhunjam di hati dan diikuti dengan amal kebaikan yang bisa menghapus kesalahan. Dengan memperbanyak kalimat istighfar mendidik kita untuk selalu meluruskan dan memurnikan niat dan amal kita.

Dalam Al-Quran sering disebut kalimat istighfar, terkadang dalam redaksi perintah.

“Dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Muzzammil (73) : 20).

Dan sekali waktu dalam bentuk pujian kepada orang yang minta ampun.

“dan yang memohon ampun di waktu sahur [saat sebelum fajar menyingsing mendekati subuh] (QS. Ali Imran
(3) : 17).

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa (110).

Banyak sekali kalimat istighfar digandeng dengan taubat, berarti istighfar disini ungkapan untuk memohon ampun dengan lisan dan taubat, ungkapan dari berlepas diri dari dosa dengan hati dan anggota tubuh. Hukum istighfar seperti hukum berdoa. Jika Ia menghendaki Ia Mengabulkannya dan mengampuni pelakunya terutama jika keluar dari hati yang tulus mengakui dosa, atau dilakukan pada saat mustajab (terkabul), seperti waktu sahur, selesai shalat fardhu. Dan istighfar yang terbaik adalah dimulai dengan memuji-Nya mengakui segala dosa kemudian memohon ampun kepada-Nya.

“Dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw bahwa ia bersabda : Demi Allah sesungguhnya aku sungguh mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya sebanyak 70 kali lebih dalam sehari.”
(HR. Bukhari & Muslim).

Apabila seorang hamba berharap dengan menghadirkan hati, memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya dan menyempurnakan syarat-syaratnya dan menghilangkan penghalangnya, sekalipun tumpukan dosanya sepenuh langit, maka Dia akan mengampuninya.

Al-Hasan berkata : Perbanyaklah istighfar di rumah-rumahmu, dan diatas meja makanmu, dan dijalanmu, di pasarmu dan di majlismu serta dimanapun kamu berada, karena sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan turunnya ampunan.

Imam Qotadah mengatakan : Sesungguhnya Al-Quran ini menunjukkan kepadamu atas penyakitmu dan obatmu, adapun penyakitmu adalah dosa-dosa yang kamu lakukan dan obatmu adalah istighfar.

Taubat

Taubat dari dosa dengan kembali kepada Yang Maha Mengetahui Yang Ghaib Dan Maha Pengampun segala dosa adalah titik tolak para penempuh jalan menuju Allah SWT, modal orang-orang yang sukses, tapak tilas orang yang menghendaki keridhaan-Nya, dan kunci istiqomah bagi orang-orang yang menyimpang, dan tempat berpijak manusia-manusia bersih dan makhluk pilihan dan orang-orang yang dekat dengan-Nya.

Taubat adalah permulaan dan akhir perjalanan menuju-Nya.

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur (24) : 31).

Ayat diatas turun di Madinah, diserukan oleh Allah SWT kepada ahlul iman dan manusia pilihan-Nya untuk bertaubat setelah keimanan, kesabaran, hijrah dan jihad mereka. Dia menggandeng kata taubat dengan al-falah (kesuksesan di akhirat) dan menggunakan kata “la’alla”, ini berarti mengandung pelajaran yang berharga, jika kamu bertaubat maka kamu akan memiliki harapan untuk berhasil. Tidak mengharapkan keberhasilan melainkan orang-orang yang bertaubat.

Orang yang menyadari kekurangan dirinya dan menyesalinya menunggu turunnya rahmat dan orang yang bangga dengan amal shalihnya mendatangkan kemurkaan Allah SWT, meminjam kata bijak.Taubat adalah kembali ke jalan kebenaran dan berlepas diri dari pengaruh orang-orang yang tersesat dan dimurkai.

Jika dosa berhubungan dengan Allah SWT maka syarat diterimanya adalah berlepas diri darinya, menyesalinya dan bertekat untuk tidak mengulanginya. Adapun jika dosa menyangkut dengan orang lain maka ia harus memperbaiki hubungan yang telah rusak dan minta maaf dan mohon keridhaan dari kesalahan yang di perbuat kepadanya.

“Barangsiapa yang berbuat zhalim kepada saudaranya, baik berupa harta ataupun kehormatan (harga diri) maka hendaklah dihalalkan pada hari itu sebelum masa dimana (tidak diperhitungkan) dinar dan dirham kecuali kebaikan dan keburukan.” (HR. Bukhari).

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama Dia, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Tahrim (66) : 8).

www.hidayatullah.com

No comment »

Rejeki Yang Tidak Berkah Membuat Anak Jadi Nakal

Orang dengan pemikiran  yang  selalu  ingin  berkembang ekonominya, meskipun  itu didapatkan  dengan cara tidak  jujur  dan cara yang sangat  dilarang  oleh agama ,riba , cari  fulus  dengan  akal  bulus.  Mengutil  uang  negara  dengan  segala  cara. Tipu-tipu tiket fiktif .Membobol  ATM, memalsukan  produk obat , minuman. Masih banyak  trik-trik  kecurangan uang haram , uang  sogok .

Padahal kebahagiaan dan rezeki yang sebenarnya itu hanya bisa diraih dengan kejujuran. Tanpa kejujuran orang akan sengsara dan selalu ditimpa kegelisahan yang tak berujung bertepi.
“Jangan coba-coba mencari nafkah dengan cara yang haram. Karena itu tidak saja mengundang kemarahan Allah, tapi juga akan menyengsarakan kehidupan kita di akhirat. Demikian pula dengan kehidupan anak-anak kita. Hanya kejujuran yang akan menyehatkan ruhani kita dan mendatangkan rezeki yang akan selalu diberkahi Allah SWT,” . Ada  anak-anak  biarpun  sudah  diberikan  semua kebutuhan hidupnya,oleh  orang  tuanya ,seperti  tidak  ada  puasnya,kurang  bahagia , malah  menjadi  semakin  haus uang , dan  tidak  merasa  nikmat  dengan  rejeki  yang semakin  gampang orang tuanya  mendapatkannya [riba]. Bukantah rejeki  itu  rejeki yang  tidak  berkah, makin  hari  si anak  menjadi  anak  yang  semakin  gak  bisa  dilarang  dan  tak  terkedali. Sepertinya  tak  ada  rasa  bersukur  dengan  rejeki  yang  didapatkannya. Kurang  terus , haus  terus.

Label: rejeki halal ,rejeki  berkah.

Comments (2) »

MENGAPA MANUSIA ALAMI REINKARNASI

Kata “reinkarnasi”dari kata  re+in+carnis. Kata Latin carnis berarti  daging.Incarnis artinya  mempunyai  bentuk  manusia.  Sedangkan  reinkarnasi adalah  masuknya  jiwa  ke dalam  tubuh  yang  baru.  Jadi ,  jiwanya  adalah jiwa  yang  sudah  ada  , tapi  jasadnya  baru.  Maka, reinkarnasi  juga  dapat  disebut  kelahiran kembali. Kondisi  ini  disebut   pula  sebagai  migrasi  jiwa.Artinya,  jasad  lama  ditinggalkan alias  mati,  dan  pada  suatu  kesempatan  jiwa  tersebut  masuk  kedalam  jasad  baru,  alias  menjadi  bayi  kembali.  Dalam  bahasa  Inggris  ,  reinkarnasi  disebut  sebagai  reborn atau reembodiment.

Bagi  agama-agama  di Timur , dan agama-agama yang  tumbuh  di  India  ,Tibet ,Cina  , Jepang  ,dan  di Kepulauan  Nusantara , reinkarnasi  bukan lagi  sebagai hal  yang  aneh.Reinkarnasi bukan  dipahami  sebagai  kepercayaan  atau  keimanan,  tapi  sebagai  hukum  alam.  Pemahaman  terhadap  hukum  alam  ini  membuat  masyarakat  tidak  berani  untuk  berbuat  yang  merugikan  orang  lain .

Bagaimana  dengan  reinkarnasi  di Dunia  Barat ? Sumber  dasar  filsafat  Barat  adalah  budaya  Yunani  dan  Romawi . Pada  kedua  budaya  tersebut,  reinkarnasi  diterima  sebagai  kepercayaan.  diantara  filsuf  Yunani  kuno  , Plato yang  hidup  pada  abad  ke 5-4 SM  percaya  bahwa  jiwa  tidak  pernah  mati,  dan  mengalami   reinkarnasi  berkali-kali.  Lalu,  kapan  reinkarnasi  itu  berakhir ?  Ya ,  segala  sesuatu  pasti  berakhir .Menurut  agama  Hindu  , reinkarnasi  berakhir  bila  sang  manusia  mengalami  moksa.  Menurut  agama  Budha  kelahiran kembali  tak  akan  terjadi  lagi  bila  roda  samsara telah  berhenti.  Sang  jiwa  selanjutnya  kealam  nirwana.

Comments (6) »