Hati-hati Bersikap dan Berbicara
Waktu hp masih belum ada seperti sekarang, untuk komunikasi antar teman-teman ,kita pergunakan radio amatir dua meteran ,tapi sebelumnya harus ikut ujian orari dulu ,supaya aman dari swiping; (pesawat radio kita dirampas karena tidak punya ijin resmi).
Kalau sudah lama ngobrol diudara ternyata kepingin juga kenal orangnya ,maka kita atur pertemuan (kopi darat) .Begitulah ada saja temen yang usil ,karena belum tahu rumahnya maka kita dituntun ,dituntun dibawa kerumahnya.Ada yang senang bercanda ,maksudnya,tapi dibuat kesasar,kalau kita pakai radio (ht-handy talky) tidak bisa melihat signalnya ,bisa terkecoh. Lucu-lucu pengalaman menikmati perkembangan komunikasi dinegeri ini.
Menjadi kebiasaan baru kita kopi darat ,kadang kita pergunakan untuk mencari mesjid lama dan kita solat dimesjit yang punya makna sejarah para wali ,misalnya mesjid tiban. Kadang kita diajak makan oleh teman yang diudara ngakunya tukang rokok ,ternyata orang kaya,enak juga lama-lama akrab seperti teman lama. Dan sering tukang rokok si Bejo itu mengajak makan di restoran yang mahal.
Salah satu pengalaman baru karena kenal dengan teman mantan pondok pesantren ,kita sering diajak mengunjungi pesantren2. Kebetulan malam itu kita lagi rencana mau berkunjung dalam rangka Maulud Nabi,sambil nengok anaknya disalah satu pesantren di Jawa Timur.Ketika sampai pada cerita orang sakti yang pernah saya kunjungi untuk silaturahmi. Salah seorang temen yang punya anak yang akan kita kunjungi pesantrennya, nyeletuk, mungkin maksudnya bercanda: “Ayoh kita buktikan apa dia orang sakti ,kita bakar aja rumahnya” . Saya potong pembicaraanya itu :Jangan mengganggu orang yang tidak mengganggu kita, hati-hati kalau bicara, dia itu seorang wali yang sakti ,awas kena tulahnya lo. Beberapa waktu sejak pertemuan itu aku dapat berita kalau terjadi kebakaran hanya dikamar tempat anak temen yang sombong itu. Sempat kaget juga, ternyata benar terbukti bahwa jangan sembarang omong apalagi punya rencana jelek ,seseorang yang derajat spiritualnya sudah tinggi atau siapapun apalagi dia seorang yang selalu zuhut (dekat) dengan sang pencipta Allah aja wa jallah , jangan disepelehkan , tanggung akibatnya. Terbakar gara-gara ucapannya sendiri. Subhanallah.
No related posts.









Chi said,
January 26, 2010 @ 7:45 pm
trims banget dah ngingetin..
mungkin ga klo itu berasal dari asumsi ?
maria said,
January 26, 2010 @ 9:23 pm
terima kasih Chi telah berkunjung ,itu pengalaman yang tak kulupakan,setiap saat,dari langka kita , harus super hati-hati ,mudah-mudahan bermanfaat .
maria said,
January 27, 2010 @ 4:48 am
benar juga menurut Chi ,ada hubungannya dengan asumsi (postingan Chi)
inilah gunanya share ,ya thx.