Memberdayakan Diri untuk online kepada-Nya (no.1)

Jumat ,2009 Oktober 09

Materi yang ada didunia eskternal itu secara intrinsik tidak memuat kebahagiaan .
Materi itu netral. Yang materi tidak bisa menyentuh yang bukan materi.Alam akhirat ,alam batiniyah, yang non- materi itu harus tune dengan yang non-materi juga. Makanya , kalau kita lagi susah , segera pejamkan mata dan buang segala ingatan tentang dunia lahir.Apa yang  terjadi ?
Segera kesusahan itu pergi kalau lagi marah , tariklah napas dalam dalam ,maka kemarahan itu segera reda.
Orang yang marah bisa diredakan dengan berwudu. Mengapa? Karena ketika ia yang lagi marah itu mengambil air wudu, ia melepaskan diri dari penyebab marah itu. Dus bernapas dalam-dalam,
memejamkan mata , wudu ,dan lain sebagainya itu hanyalah “alat” atau “device”. Itu semua bukan tujuan ! Yang menjadi tujuan adalah Tuhan. Hati yang bersih.
Nah, bagaimana jika semua jenis alat tadi malah menjadi tujuan? Ya….ini Wail . Neraka Wail . Siapa yang bakal masuk Neraka Wail.? Yaitu orang yang mengerjakan solat tapi yang lalai terhadap tujuan solat. Mengapa celaka kalau melalaikan tujuan solat? Karena , hatinya tidak bersih . Didalam hatinya banyak penghuni. Tentu, penghuni itu selain Allah. Semua memori tentang materi itu tersimpan dihati. Semua pengakuan terhadap idielogi, pandangan, kepercayaan, dan klaim tentang kebenaran turut meramaikan hati. Jangan lupa “kata Allah”pun Materi itu netral. Yang materi tidak bisa menyentuh yang bukan materi.Alam akhirat ,alam batiniyah, yang non- materi itu harus tune dengan yang non-materi juga. Makanya , kalau kita lagi susah , segera pejamkan mata dan buang segala ingatan tentang dunia lahir.Apa yang terjadi ?Segera kesusahan itu pergi kalau lagi marah , tariklah napas dalam dalam ,maka kemarahan itu segera reda.

Orang yang marah bisa diredakan dengan berwudu. Mengapa? Karena ketika ia yang lagi marah itu mengambil air wudu, ia melepaskan diri dari penyebab marah itu. Dus bernapas dalam-dalam
, memejamkan mata , wudu ,dan lain sebagainya itu hanyalah “alat” aaatau “device”. Itu semua bukan tujuan ! Yang menjadi tujuan adalah Tuhan. Hati yang bersih.
Nah, bagaimana jika semua jenis alat tadi malah menjadi tujuan? Ya….ini Wail . Neraka Wail . Siapa yang bakal masuk Neraka Wail.? Yaitu orang yang mengerjakan solat tapi yang lalai terhadap tujuan solat. Mengapa celaka kalau melalaikan tujuan solat? Karena , hatinya tidak bersih . Didalam hatinya banyak penghuni. Tentu, penghuni itu selain Allah. Semua memori tentang materi itu tersimpan dihati. Semua pengakuan terhadap idielogi, pandangan, kepercayaan, dan klaim tentang kebenaran turut meramaikan hati. Jangan lupa “kata Allah”pun
turut berdansa didalamnya.
Coba bayangkan, apa ya Allah bisa bersemayam disinggasana- Nya jika singgasana itu sudah dipenuhi keributan. Dalam hadis disebutkan bahwa bumi dan langit tidak bisa menjangkau-Nya, tapi hati seorang hamba yang beriman dapat merengkuh-Nya. Ingat
Segera kesusahan itu pergi kalau lagi marah , tariklah napas dalam dalam ,maka kemarahan itu segera reda.

Orang yang marah bisa diredakan dengan berwudu. Mengapa? Karena ketika ia yang lagi marah itu mengambil air wudu, ia melepaskan diri dari penyebab marah itu. Dus bernapas dalam-dalam
, memejamkan mata , wudu ,dan lain sebagainya itu hanyalah alat atau “device”. Itu semua bukan tujuan ! Yang menjadi tujuan adalah Tuhan. Hati yang bersih.
Nah, bagaimana jika semua jenis alat tadi malah menjadi tujuan? Ya….ini Wail . Neraka Wail . Siapa yang bakal masuk Neraka Wail.? Yaitu orang yang mengerjakan solat tapi yang lalai terhadap tujuan solat. Mengapa celaka kalau melalaikan tujuan solat? Karena , hatinya tidak bersih . Didalam hatinya banyak penghuni. Tentu, penghuni itu selain Allah. Semua memori tentang materi itu tersimpan dihati. Semua pengakuan terhadap idielogi, pandangan, kepercayaan, dan klaim tentang kebenaran turut meramaikan hati. Jangan lupa “kata Allah”pun
turut berdansa didalamnya.
Coba bayangkan, apa ya Allah bisa bersemayam disinggasana- Nya jika singgasana itu sudah dipenuhi keributan. Dalam hadis disebutkan bahwa bumi dan langit tidak bisa menjangkau-Nya, tapi hati seorang hamba yang beriman dapat merengkuh-Nya. Ingat hati orang yang beriman itu sudah “aman” dari kotoran.Hati orang yang beriman itu sudah”amin”, dapat dipercaya. Hati orang yang beriman itu menerima amanat , menerima kepercayaan atau tanggung jawab.
Diposkan oleh mariasunarto.com di 02:59

Related posts:

  1. Memberdayakan diri
  2. Pembebasan “Ilusi” yang menguasai Diri
  3. Pembebasan “Ilusi” yang menguasai Diri.
  4. PERJALANAN KE AKHERAT – TUJUAN TERAKHIR
  5. ZIKIR LISAN
  del.icio.us this!

3 Responses so far »

  1. 1

    Peluang Bisnis | Ricky said,

    October 10, 2009 @ 10:26 am

    Terimakasih sudah mengingatkan bu, senang membaca artikel seperti ini..

    salam kenal :)

  2. 2

    maria said,

    October 10, 2009 @ 12:52 pm

    trima kasih ,anda harus kembali membaca lanjutannya , dan mencoba dan berusaha menuju jallan yang benar

  3. 3

    maria said,

    November 11, 2009 @ 11:07 am

    maaf agak terlambat membalasnya , cobalah membaca lanjutannya
    dan mencoba jalan diatas rel kebenaran yang hakiki kendalikan supaya jangan belok kearah lain.

    salam hormat,
    mariasunarto.com

Comment RSS · TrackBack URI

Say your words

CAPTCHA Image CAPTCHA Audio
Refresh Image