Pembebasan “Ilusi” yang menguasai Diri.
Apabil yang dikerjakan berupa hal-hal positif maka imbalannya pun positif. Bila berupa tindakan negatif maka hasilnya berupa balasan negatif. Buah senantiasa lebih banyak daripada benihnya.Maka benih kebaikan akan memberikan berlipat ganda kebaikan. Begitu juga benih kejahatan akan memberikan siksa atau buah kejahatan yang berlipat ganda.
Jika puasa dilakukan dengan benar ,maka puasa merupakan ibadah terberat. Sebab , puasa itu bukan hanya meninggalkan makan, minum ,hubungan seksual disiang hari . Puasa adalah upaya mengekang dorongan hawa nafsu lahir dan batin. Jadi , wajar hanya puasa menjadi amalan untuk Tuhan. Puasa yang kita lakukan ini umumnya baru masuk ke kulitnya. Bila kita sudah mampu mengekang diri pada saat makan berbuka dan sahur ,maka puasa kita merasuk kedaging .Dan, bila kita sudah mampu mengendalikan hati, seperti hasut , iri ,dengki, dan menyakiti orang lain maka hakikat puasa telah kita lalui. Nah, kualitas puasa tahun ini seharusnya lebih baik dari tahun lalu ,dan seterusnya.Nah, kualitas puasa kita liat dari sudut pandang “ilusi” yang menguasai pikiran manusia. Ilusi tidak sama dengan kreasi maupun imajinasi. Ilusi adalah gambaran yang salah tentang sesuatu.Melihat daun pisang melambai dimalan hari dikira orang yang bergoyang goyang, bahkan dikira hantu. Inilah yang disebut ilusi. Kreasi, sudah jelas untuk membuat sesuatu yang baru. Sedangkan imajinasi adalah kemampuan membentuk suatu konsep atau citra yang belum ada Imajinasi dan kreasi mendorong orang untuk maju . Sedangkan ilusi membelenggu kehidupan manusia. Kehidupan manusia umumnya dikuasai oleh ilusi.
Related posts:








