SANGAT GAGAH DAN INDAH
Sailing away
Betapa sulitnya ibadah haji jaman tahun tujuh puluhan , mempergunakan kapal laut ,dengan memakan waktu kira-kira enam bulan – satu tahun lamanya ,betapa beratnya .Demi terwujudnya kecintaan kepada Tuhan dimana saja kapan saja untuk berserah diri kepada Nya. Perintah itu adalah :
“Fashalli lirobbika wa inhar” , dirikanlah salat karena Tuhan engkau dan berkorbanlah (QS Al- Kautsar [108]:2) .Sayang , ayat ini sering kali diterjemahkan secara harfiah. Yaitu, berkorban dengan menyembelih hewan korban. Perintah untuk menegakkan salat dan berkorban itu satu paket. Artinya, penegakan salat dan berkorban itu dilakukan terus-menerus (daim) setiap saat dan oleh setiap orang. Penegakan salat yang bagaimana yang dapat dikerjakan setiap saat ? Tentu saja tindakan untuk mencegah segala bentuk kekejian dan kemungkaran. Inilah tindakan yang lahir dari hati yang tulus. Inilah tindakan sebagai buah zikir kepada Allah (QS Tha Ha [20]: 14) Lalu , kurban bagaimana yang dapat dilakukan oleh setiap orang secara terus menerus selama hidupnya ? Tentu saja mengorbankan diri untuk mencintai Allah. Caranya menjauhkan diri dari penyembahan berhala , alias membebaskan diri dari belenggu hawa nafsu. Bahkan disurah Al-Hajj ayat 37 dinyatakan sebagai berikut:
Daging-daging dan darah hewan kurban itu sekali-sekali tidak dapat mencapai Allah . Tetapi , ketakwaan dari kamulah yang akan sampai kepada Dia. Demikianlah Allah telah menundukkan hewan kurban itu kepadamu..Maka , agungkanlah Allah yang telah memberikan hidayah kepadamu. Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat ihsan.
Jelas sekali bahwa yang menjadi wahana yang dapat mengantarkan diri kita adalah ketakwaan kita , amal baik kita. Yang bisa mengiringi perjalanan kita ke Hadirat Allah, tiada lain ketulusan kita dalam berbakti kepada Allah. Maka, ayat itu juga menjelaskan bahwa setiap orang dapat berkorban, yaitu dengan hidup bertakwa . Hidup yang dilandasi oleh niat baik dan ketulusan hati . Jadi, orang miskin pun bisa turut berkurban untuk mengikuti teladan nabi Ibrahim a.s.
Related posts:








