ZIKIR SIRR

Orang  sufi menyebutnya  zikir  ruhiyyah. Tak  ada  lagi  yang  disebut.  Kecuali , ungkapan  batin “hu”  dan  “ya”  .

Orang  Jawa  menyebutnya “sembah  jiwa” .Didalam Al-Quran  zikir  pada  tahap  ini  disebut        ” tafakur”  sebagaimana yang   disebutkan  dalam  surah  Al-Imran  ayat  191. Orang  Inggris  menyebut  tafakur  ini  sabagai  ” kontemplasi”,  contemplation ( dari  kata  Latin  contem-plari,  to  gaze  on ,  menatap .). Jadi  tafakur  bukanlah  tingkatan  “berfikir” biasa.  Kontemplasi  tidak  sama  dengan  menalar.  Tafakur  atau  zikir sirr  ini  setingkat  lebih  tinggi  daripada   meditasi.Pada  tahap  tafakur  kita  tidak  memikirkan  tentang  alam  raya  seperti  terjemahan  ayat  tersebut dalam  bahasa  Indonesia .Tapi  kita  menyaksikan  alam  raya.Kita  tatap  sedalam dalam nya  sehingga  kita  dapat  memahami  makna  penciptaan.

Dalam  berfikir  kita  meraba-raba  makna  yang  dikandungnya  .  Makanya, dalam  berfikir  kita   lakukan  analisis .  Kita  bedah  sesuatu  , kita  urai  menjadi  elemen-elemen  penyusunnya.  Kita  pelajari  bagian- bagian  tersebut  . Kita  lakukan  sentesis  ,  dan  akhirnya  sampai  pada  kesimpulan  . Apa  yang  diperoleh  dari  berfikir  ? Pendekatan  terhadap   kebenaran  !.  Artinya  , makna  yang  kita  peroleh  itu  sebatas  asumsi   yang  paling  dekat  dengan   kebenaran.  Berfikir  sebenarnya  merupakan  subbagian  dari  kontemplasi  .  Tatkala  merenungkan  sesuatu,  kita  sebenarnya  menatap  dan  mengamati  .  Kita  tidak   melakukan   “judgment ” , atau  penilaian  .  Kita  hanya  mengawasi.  Jadi   ada obyek  yang  kita  saksikan  , dan  diri kita yang  menyaksikan.  Sedangkan  dalam  berfikir  ,  kita  memberikan  penilaian  terhadap   setiap  bagian  yang  kita  lihat.  Kita  perhatikan  sifat-sifat  dan  ciri-cirinya.

Apa  yang  kita  peroleh  pada   tahap  zikir  sirr  ini ?. Pada  tahap  ini  kita  menemukan  kebenaran  ” relatif”. Visi  yang  tampak  pada  orang  yang  berada  ditahap  ini,  merupakan  visi  individual .Artinya, pengliatan  yang ada  pada  satu  orang  dengan  yang  dialami  oleh  orang  lain  bisa  sama  dan  bisa  berbeda . Jika  beberapa  orang  disuguhi  daging  , dan  disuruh  merasakan  daging  yang  sama  , maka  mereka  tak  akan  dapat mengungkapkan  rasa  daging  yang  dikecapnya  itu  dengan  “kata”  yang  sama. Bagi  orang  yang  mengalami  orgasme  seksual,  hanya  kata  “enak”  yang  dapat  diungkapkan.

Postingan  ini  nantikan lanjutannya.

Related posts:

  1. ZIKIR KALBU
  2. ZIKIR LISAN
  3. ZIKIR RASA
  4. PERJALANAN KE AKHERAT – TUJUAN TERAKHIR
  del.icio.us this!

2 Responses so far »

  1. 1

    Eka Riyadi said,

    December 13, 2009 @ 7:08 am

    Ini seperti terawangan ya Mbak…

  2. 2

    maria said,

    December 13, 2009 @ 8:08 am

    Tafakur atau zikir sir setingkat lebih tinggi daripada meditasi, dalam tafakur kita tidak memikirkan alam raya tapi kita melihat ,kita tatap se-dalam2nya sehingga kita dapat memahaminya.

Comment RSS · TrackBack URI

Say your words

CAPTCHA Image CAPTCHA Audio
Refresh Image